jump to navigation

Framework Design Guidelines: Bagian 02 – Kriteria Framework yang Berkualitas 6 Mei 2008

Posted by firstyuyu in Prinsip Dasar.
trackback

Tidak mudah membuat framework yang berkualitas. Framework yang berkualitas tidak datang secara tiba-tiba. Butuh usaha yang sungguh-sungguh untuk membuatnya. Dari sisi pengguna (developer), framework yang berkualitas akan mudah mereka pelajari dalam waktu yang singkat yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas mereka. Berikut ini beberapa kriteria framework yang berkualitas:

  1. Sederhana

    Sebuah framework yang berkualitas haruslah powerful untuk menjalankan fungsinya namun tidak boleh mengorbankan faktor kesederhanaan dalam hal penggunaan. Sebuah framework yang berkualitas harus mudah digunakan dan dipelajari. Hal ini dicapai dengan membuat public API-nya cukup sederhana dan intuitif. Kesederhanaan public API merupakan fitur wajib bagi sebuah framework yang berkualitas. Kita harus senantiasa bisa menentukan keseimbangan yang tepat antara kekuatan dan kesederhanaan.

     

  2. Di Desain dengan Sungguh-Sungguh

    Framework yang berkualitas tidak tercipta begitu saja. Ia merupakan hasil dari suatu proses yang memakan banyak waktu dan tenaga. Sebuah framework tidak boleh hanya merupakan efek samping dari proses implementasi. Ketika kita selesai menulis kode untuk sebuah framework, kita harus melakukan review lagi terhadap public API. Sangat sering ketika kita melakukan implementasi, kita secara tidak sengaja membuat suatu entity menjadi public hanya untuk mempermudah implementasi kita. Hal ini merupakan salah satu penyebab yang bisa “mengotori” public API kita.

     

  3. Penuh dengan Pertimbangan terhadap Alternatif

    Tidak ada desain yang sempurna. Proses desain sebenarnya merupakan proses untuk mempertimbangkan dan menentukan pilihan dari berbagai macam alternatif. Kita harus memahami semua alternatif yang ada, kelebihannya, kekurangannya, lalu mengambil pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhan kita.

     

  4. Belajar dari yang Sudah Ada

    Framework yang sukses di pasaran pada umumnya dibuat di atas framework berkualitas yang sudah ada sebelumnya. Dengan mengadopsi desain yang telah terbukti ketangguhannya maka framework kita otomatis mempunyai dasar yang kuat pula.

     

  5. Dirancang untuk Selalu Berkembang

    Merancang sebuah framework yang mengakomodasi perubahan yang mungkin akan terjadi di masa mendatang bisa menjadi pisau bermata dua. Ia bisa menambah kerumitan yang tidak perlu. Tapi jika dilakukan dengan benar, ia juga bisa menyelamatkan kita dari release yang selalu mengalami degradasi atau bahkan lebih buruk, framework kita tidak mempunyai backward compatibility.

     

  6. Terintegrasi

    Framework yang berkualitas harus didesain agar bisa terintegrasi dengan baik di dalam sebuah ekosistem besar yang terdiri dari berbagai macam development tools, bahasa pemrograman, application model, dll. Era sistem terdistribusi berarti bahwa masa bagi sebuah framework yang didesain hanya untuk application model yang spesifik telah berakhir. Hal ini juga berlaku bagi framework yang tidak didesain untuk mendukung/terintegrasi dengan tools maupun bahasa pemrograman yang populer di komunitas developer.

     

  7. Konsisten

    Konsistensi merupakan kata kunci utama dalam sebuah framework yang berkualitas. Konsistensi adalah salah satu hal yang sangat penting yang mempengaruhi produktivitas. Framework yang konsisten memungkinkan adanya transfer pengetahuan antara suatu bagian framework yang telah dikuasai oleh developer

Komentar»

1. kuncung - 13 Juli 2008

keren banget dah bang yudi

2. firstyuyu - 14 Juli 2008

Iya Yus. Ayo, semangat TAnya :)